• Artikel
  • 08 Maret 2019
  • 29 Dilihat
  • Meyliza

KRETERIA RUMAH SEHAT

Rumah yang sehat merupakan salah satu sarana untuk mencapai derajat kesehatan yang optimum. Untuk memperoleh rumah yang sehat ditentukan oleh tersedianya sarana sanitasi perumahan. Sanitasi rumah adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap struktur fisik dimana orang menggunakannya untuk tempat tinggal berlindung yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia.

  1. Memenuhi  kebutuhan Physiologis

Memenuhi kebutuhan fisiologis. Antara lain, pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu. 

  • Ventiasi Udara

Rumah sehat harus memiliki ventilasi udara yang cukup, agar sirkulasi udara lancar dan udara menjadi segar.

  • Pencahayaan

Rumah sehat harus memiliki pencahayaan alami yang cukup. Rumah yang kekurangan cahaya matahari sangat lembap dan tidak nyaman serta rawan terhadap bibit penyakit.

  • Lantai

Lantai kedap air adalah syarat bagi rumah sehat. Bahannya bisa beragam: ubin, semen, kayu, atau keramik. Lantai yang berdebu atau becek selain tidak nyaman juga bisa menjadi sarang penyakit.

  • Atap dan Langit-langit

Genteng tanah liat terbilang paling cocok untuk rumah di daerah tropis seperti Indonesia, karena lebih mampu menyerap panas matahari. Sebaiknya hindari pengunaan atap seng atau asbes, karena dapat menyebabkan hawa ruangan menjadi panas.

  1. Menjamin privacy

Setiap anggota keluarga harus terjamin ketenangan dan kebebasan dalam hunia, sehingga tidak terganggu baik oleh keluarga yang lain, tetangga maupun orang yang kebetulan lewat diluar.

  1. Tersedianya ruang keluarga.

Ruang keluarga sangat penting untuk saling melepaskan kerinduan atau malah psikologis yang lain. Ruang keluarga adalah sarana untuk menjalin hubungan sosial maupun emosional keluarga.

  1. Lingkungan yang sesuai

Seseorang akan dapat memilih hunian mana yang sesuai dengan  strata sosial keluarganya. Kesenjangan strata antar penghuni atau pemukiman akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

  1. Jumlah kamar tidur yang cukup

Jumlah kamar tidur disesuaikan dengan usia penghuninya. Usia di bawah 2 tahundipisahkan ataupun boleh satu kamar dengan orang tuanya.  Tetapi untuk Anak usia di atas 10 tahun harus di pisahkan antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan untuk anak umur 17 tahun ke atas diberikan kamar tersendiri.

  1. Mempunyai halaman yang dapat ditanami pepohonan atau taman.

Fungsi dari halaman rumah disamping menimbulkan rasa keindahan bagi penghuninya berfungsi  juga untuk membersihkan udara dan menahan /melindungi pencemaran udara dari luar.

  1. Untuk Hewan peliharaan  dibuatkan kandang tersendiri yang terpisah dari rumah.

Untuk menghindari tertularnya penyakit zoonosis, ataupun keributan yang ditimbulkan oleh binatang peliharaan, sebaiknya dibuatkan kandang terpisah dari ruangan yang biasa dihuni.

  1. Mencegah penularan penyakit

Pada dasarnya persyaratan perumahan harus dipertimbangkan  agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara jasmani, rohani maupun sosial. Beberapa persyaratan berikut berkaitan dengan tersedianya fasilitas sanitasi agar kesehatan penghuninya tetap terhindar dari penyakit

  1. Tersedianya persediaan air bersih / air minum

Air bersih sangat diperlukan untuk keperluan sehari-hari  . Penyediaan air bersih harus memenuhi syarat kualitas yaitu fisik, kimia, dan bakteriogis maupun kuantitas(jumlah).

  1. Keadaan rumah maupun halaman serta lingkungannya menjamin tidak terdapatnya tempat perindukan vektor penyakit. Hal ini terkait  dengan konstruksi maupun keadaanrumah seperti adanya tempat penyimpanan sampah yang baik, kebersihan yang selalu terjaga dan sebagainya.
  2. Tersedianya tempat pembuangan tinja dan air limbah yang memenuhi syarat sanitasi
  3. Luas / ukuran kamar yang tidak menimbulkan suasana kumuh

Luas kamar minimum ukuran 2,5 m  3 m dengan ketinggian langit-langit  berkisar dari 2,75m sampai  3 m. Hal ini khususnya yang menyangkut kepadatan penghuni kamar dan luas jendela berpengaruh terhadap timbul dan menularnya penyakit saluran pernafasan.  Sekalipun pencahayaan alami juga berperan penting dalam menekan kejadian penyakit dalam saluran pernafasan.

  1. Fasilitas untuk pengolahan makanan / memasak dan penyimpanan makanan yang terbebas dari pencemaran maupun jangkauan vektor maupun binatang pengerat.
  2. Mencegah terjadinya kecelakaan

Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan, baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan, konstruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.

 

Sumber Berita : desasangeh.badungkab.go.id/baca-artikel/215/KRITERIA-RUMAH-SEHAT.html

 

 

ARTIKEL & BERITA POPULER

Apersi targetkan pembangunan rumah MBR 150.000 unit tahun 2019

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) ...

Cara Menciptakan Lingkungan Bersih & Sehat

Lingkungan bersih merupakan dambaan semua orang. Namun tidak mudah untuk ...

Kebijakan Hunian Berimbang

Wawancara bersama Dr. Hazaddin T.S. Deputi Bidang Pengembangan Kawas ...